Sebagai bentuk implementasi Tri Dharma Perguruan Tinggi di bidang Pengabdian kepada Masyarakat (PkM), delegasi dosen dari Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan (FITK) UIN Maulana Malik Ibrahim Malang diundang menjadi narasumber utama dalam kuliah tamu di Universitas Al Qolam Malang pada Senin (18/5/2026).
Kehadiran para pakar dari UIN Maulana Malik Ibrahim Malang ini disambut dengan antusiasme dan apresiasi tinggi. Kaprodi Tadris Matematika Universitas Al Qolam, Anggita Oktaviani, M.Pd., dalam sambutannya menyatakan bahwa kolaborasi keilmuan ini sangat dinantikan untuk memacu kualitas riset mahasiswa.
Mengangkat tema “Etnomatematika dan Integrasi Islam dalam Penelitian Pendidikan Matematika”, ketiga akademisi UIN Malang tersebut membagikan wawasan dan tren riset mutakhir kepada ratusan sivitas akademika Program Studi Tadris Matematika Universitas Al Qolam. Acara ini dihadiri oleh jajaran dosen serta mahasiswa dari semester 2, 4, dan 6.
“Kami sangat berterima kasih atas kesediaan para pakar dari FITK UIN Malang untuk turun langsung membagikan ilmunya di kampus kami. Pemahaman mengenai etnomatematika dan integrasi keislaman adalah kekhasan yang sangat penting bagi mahasiswa perguruan tinggi keagamaan Islam dalam menyusun tugas akhir mereka nantinya,” ungkap Ibu Anggita.


Pada sesi pertama, Dr. Elly dan Dr. Marhayati membedah tuntas bagaimana etnomatematika kini menjadi primadona dalam jurnal-jurnal pendidikan bereputasi. Sebagai akademisi UIN Malang yang berpengalaman, mereka memaparkan:
- Cara membidik unsur-unsur matematis dalam kearifan lokal, kesenian, dan arsitektur Nusantara sebagai subjek penelitian yang bernilai tinggi.
- Strategi menggunakan pendekatan budaya untuk menurunkan tingkat kecemasan matematika (math anxiety) pada siswa.
- Peluang kolaborasi riset antara dosen dan mahasiswa dalam menggali etnomatematika lokal di wilayah Malang Raya.
Sesi kedua diisi dengan materi komprehensif mengenai kerangka keislaman dalam matematika yang dibawakan oleh Muhammad Islahul Mukmin, M.Si., M.Pd. Membawa ruh keilmuan khas UIN Malang (integrasi sains dan agama), beliau menjelaskan: Kajian Filosofis: Penjelasan mendalam mengenai epistemologi matematika dari kacamata Islam, di mana matematika dipandang sebagai alat bantu untuk memahami Ayat Kauniyah (tanda-tanda kebesaran Allah di alam semesta).Best Practice: Simulasi perumusan perangkat pembelajaran, soal evaluasi, hingga desain riset yang memadukan materi matematika sekolah dengan nilai-nilai syariat (seperti ilmu faraidh, arah kiblat, dan zakat).
Kuliah tamu ini ditutup dengan sesi diskusi dan tanya jawab yang hangat. Banyak mahasiswa Tadris Matematika Universitas Al Qolam yang mengonsultasikan ide awal skripsi mereka langsung kepada para pakar dari UIN Malang tersebut.
Melalui kegiatan pengabdian masyarakat ini, dosen-dosen FITK UIN Maulana Malik Ibrahim Malang tidak hanya sekadar mentransfer ilmu, tetapi juga mempererat jalinan kerja sama kelembagaan. Kegiatan ini diharapkan menjadi katalisator lahirnya penelitian-penelitian pendidikan matematika yang unggul, berakar pada budaya lokal, dan tetap berpegang teguh pada nilai-nilai keislaman.
