Siam Login

Seni Menembus Scopus: Mahakarya Riset dari Malang untuk Dunia

Menembus jurnal bereputasi internasional terindeks Scopus sering kali dianggap sebagai momok menakutkan bagi kalangan akademisi. Namun, bagi Program Studi Magister Pendidikan Matematika Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan (FITK) UIN Maulana Malik Ibrahim Malang, hal tersebut bukanlah kebetulan, melainkan sebuah seni yang dapat dipelajari dan ditaklukkan.

Komitmen global ini dibedah tuntas dalam seminar nasional bertajuk “Seni Menembus Jurnal Scopus dari Fondasi Riset State of The Art, Research Gap, Novelty hingga Galley Proof”. Gelaran ilmiah yang berlangsung hibrida ini menjadi jembatan akselerasi bagi para dosen dan mahasiswa pascasarjana untuk menembus batas cakrawala publikasi dunia.

Tradisi Intelektual yang Khidmat

Lantunan ayat suci Al-Qur’an yang dibawakan dengan khusyuk oleh Lugie Isma Guritno menjadi pembuka yang syahdu di awal acara. Dikawal oleh Sulistya Umie Ruhmana Sari, M.Si. selaku Master of Ceremony (MC), suasana akademik yang elegan langsung terasa sejak menit pertama.

Dalam sambutan pembuka, Muhammad Islahul Mukmin, M.Si., M.Pd., yang mewakili panitia sekaligus program studi, menegaskan bahwa publikasi global adalah instrumen vital bagi program magister. Dalam sambutannya ia juga menegaskan bahwa kegiatan ini merupakan upaya prodi dalam mencapai target akademik yang berkualitas bagi mahasiswa, dosen. “Beberapa alumni MPMat diterima sebagai dosen dan pendidik di sekolah-sekolah yang yang berkualitas” tegasnya penuh optimisme.

Gayung bersambut, Dekan FITK UIN Malang, Prof. Dr. H. Muhammad Walid, M.A., dalam arahan strategisnya sebelum membuka acara secara resmi, menekankan pentingnya ekosistem riset yang sehat. Menurutnya, Scopus bukanlah tujuan akhir, melainkan indikator bahwa riset yang lahir dari rahim FITK UIN Malang memiliki daya saing global. Prosesi pembukaan ini kemudian ditutup dengan doa yang dipimpin secara khidmat oleh Fajrul Falah Mois, mahasiswa Magister Pendidikan Matematika.

Membongkar ‘Isi Dapur’ Jurnal Bereputasi

Memasuki sesi inti, atmosfer akademik semakin memanas saat moderator Nuril Huda, M.Pd. mengambil alih kemudi webinar. Dua begawan pendidikan matematika dihadirkan untuk menguliti habis anatomi artikel ilmiah yang layak Scopus.

Sebagai pembicara pertama, Prof. Dr. Rully Charitas Indra Prahmana, S.Si., M.Pd. dari Universitas Ahmad Dahlan (UAD) membongkar rahasia membangun fondasi riset. Profesor muda yang dikenal produktif ini menegaskan bahwa kelemahan mendasar banyak artikel lokal terletak pada kaburnya State of The Art (SOTA) dan Research Gap.

“Jangan bermimpi menembus Scopus jika kita tidak tahu di mana posisi riset kita di antara riset dunia. Novelty (kebaruan) itu tidak harus meruntuhkan teori lama, tapi mengisi celah kosong yang belum dilihat orang lain,” papar Prof. Rully dengan gaya khasnya yang taktis dan bertenaga.

Sementara itu, pembicara kedua, Dr. Elly Susanti, M.Sc., yang merupakan pakar internal UIN Malang, melengkapi materi dengan aspek teknis pasca-pengiriman artikel (after-submission). Dr. Elly membedah fase kritis yang kerap membuat penulis frustrasi: menghadapi reviewer hingga mengawal dokumen Galley Proof (draf akhir pra-cetak).

“Ketelitian pada tahap galley proof adalah benteng terakhir kita. Salah membaca data atau membiarkan salah ketik di fase ini bisa fatal,” ujar Dr. Elly mengingatkan audiens.

Antusiasme Tinggi dan Konklusi

Sesi tanya jawab berlangsung dinamis dengan rentetan pertanyaan kritis dari peserta yang mayoritas merupakan dosen dan mahasiswa magister. Mereka mengeksplorasi strategi menghadapi penolakan (rejection) hingga tips memilih jurnal yang bebas dari praktik predator.

Di akhir acara, moderator Nuril Huda, M.Pd. menarik konklusi penting. Menembus Scopus memang membutuhkan ketahanan mental dan pemahaman metodologi yang presisi. Namun, dengan penguasaan seni merumuskan SOTA hingga ketelitian mengawal galley proof, publikasi internasional bukan lagi misi yang mustahil bagi akademisi UIN Malang.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Berita Terkait