Malang – Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan sukses menggelar Webinar Nasional bertajuk “Mendesain Pembelajaran dengan Pendekatan Deep Learning: Sinergi Pendekatan Kurikulum Cinta dan Kurikulum Merdeka Menuju Pendidikan Berdampak”. Acara yang digelar secara daring ini mempertemukan para akademisi dan praktisi pendidikan untuk mendiskusikan transformasi pembelajaran matematika yang lebih bermakna dan humanis.
Rangkaian acara diawali dengan khidmat oleh Siti Fatimatuz Zahroh, S.Kom., yang bertindak sebagai Master of Ceremony (MC). Acara kemudian dibuka secara resmi melalui sambutan dari Wakil Dekan Bidang Akademik dan Kelembagaan, Dr. Muh. Yunus, M.Si. Dalam sambutannya, beliau menekankan pentingnya inovasi dalam dunia pendidikan, khususnya dalam menyelaraskan kebijakan kurikulum nasional dengan pendekatan yang menyentuh hati peserta didik.
“Pendidikan yang berdampak tidak hanya mentransfer ilmu, tetapi juga menanamkan rasa cinta terhadap proses belajar itu sendiri. Sinergi antara Kurikulum Merdeka dan Kurikulum Cinta adalah langkah strategis menuju ke sana,” ujar Dr. Muh. Yunus.
Sebelum memasuki sesi inti, doa bersama dipimpin oleh Muhammad Islahul Mukmin, M.Si., M.Pd., demi kelancaran dan keberkahan acara.
Matematika, Kurikulum Cinta, dan Pembelajaran Mendalam
Sesi diskusi panel dipandu secara dinamis oleh Dr. Elly Susanti, M.Sc., selaku moderator. Webinar ini menghadirkan dua pakar pendidikan matematika sebagai narasumber utama.
Narasumber pertama, Dr. Ahmad Hanif Asyhar, M.Si. dari UIN Sunan Ampel Surabaya, membawakan materi mengenai “Implementasi Kurikulum Cinta dalam Pembelajaran Matematika”. Dalam paparannya, beliau menjelaskan bagaimana formula ‘cinta’ dapat diintegrasikan ke dalam desain pembelajaran matematika yang sering kali dianggap menakutkan oleh siswa. Menurutnya, pendekatan deep learning (pembelajaran mendalam) dapat tercapai ketika siswa merasa nyaman, dihargai, dan mencintai proses logika di balik matematika.
Melanjutkan pemikiran tersebut, Dr. Abdussakir, M.Pd. dari UIN Maulana Malik Ibrahim Malang, menyampaikan materi filosofis sekaligus praktis bertema “Belajar Matematika Secara Mendalam Karena dan Untuk Cinta”. Beliau menggarisbawahi bahwa matematika sejatinya adalah sarana untuk mengagumi keteraturan ciptaan Tuhan. Ketika motivasi belajar didasari oleh cinta (karena cinta) dan bertujuan untuk menyebarkan kemaslahatan (untuk cinta), maka deep learning akan tercipta secara alami, sejalan dengan ruh Kurikulum Merdeka.
Antusiasme Ratusan Peserta Lintas Profesi di Indonesia
Melalui sinergi kedua konsep ini, webinar berhasil merumuskan bahwa Kurikulum Merdeka memberikan fleksibilitas materi, sementara Kurikulum Cinta memberikan ‘ruh’ atau orientasi nilai pada pembelajaran. Kombinasi keduanya dinilai mampu melahirkan generasi yang tidak hanya cerdas secara kognitif, tetapi juga memiliki kepekaan emosional dan spiritual yang tinggi.
Agenda ini mendapatkan antusiasme yang sangat luar biasa dari dunia pendidikan tanah air. Tercatat ratusan peserta dari berbagai penjuru Indonesia turut hadir secara virtual. Kehadiran mereka merepresentasikan ekosistem pendidikan yang lengkap, mulai dari mahasiswa kependidikan yang bersiap menjadi guru masa depan, para guru sekolah/madrasah yang menjadi ujung tombak di kelas, hingga rekan-rekan dosen dari berbagai perguruan tinggi di Indonesia yang turut memperkaya ruang diskusi saat sesi tanya jawab interaktif berlangsung.
